
NABIRE – Mabi anak sulung yang di manja kedua orang tuanya putus kuliah karena hamil”
*Gadis kecil yang manja, namanya mabi*
Mabi, gadis kecil ini berasal dari keluarga yang sederhana. ayah dan ibunya adalah tokoh agama yang radikal. Mabi adalah anak yang sulung, tidak ada kaka dan tidak adiknya, kedua orang tuanya sangat sayang kepada Mabi hingga mabi selalu di jaga baik dari kedua orang tuannya selama Ia besar hingga dewasa kini. Mabi bertumbuh baik dalam gereja, dan kini Mabi sudah mulai meranjak dari dunia remaja, sekarang sudah SMA kelas tiga dan sebentar lagi akan ujian.
Setelah Mabi menyelesaikan SMA, mabi bigung harus lanjut kuliah dimana. ternyata karena diajak teman sekolahnya mabi ingin lanjut kuliah di Jawa.Mabi beritahu kedua orang tua yang tidak memiliki pekerjaan selain berkebung dan nelayan di danau, kalau Mabi akan lanjut kulianya di Jawa,kata mabi sambil makan malam di dapur kecil kepada kedua orang tuanya:” Bapa,saya mau kuliah di jawa”.bapanya terdiam sebentar dan jawab:”,mau kuliah disana pake uang apa,kami tidak punya apa-apa Mabi”.balas Mabi:” ia bapa, tapi harus dimana lagi karena saya punya teman-teman semua mau kuliah di Jawa jadi”.jawab bapa:”Ia, nanti lihat-lihat saja”.
Karena kedua orang tuanya sangat sayang pada Mabi, keiginan Mabi yang ingin kuliah di Jawa,ternyata di kabulkan, bapaknya menjual babi besar dua ekor dengan per ekornya enam juta.bapaknya merasah puas karena anak Mabi dapat melanjutkan kuliah di jawa bersama teman-temannya. setelah Mabi urus persyaratan kuliahnya, Mabi akan berangkat besok pagi dengan tiga temanya. paginya,kedua orang antar anak sulungnya mabi dengan menanggis air mata berlinar di pipihnya dan Bapaknya berkata:”Mabi, bapa sayang sama kamu,kamu harus buktikan dengan kesuksesan pada kami berdua, jangan pulang tanpa ijasah sarjana”.balas Mabi dengan penuh kesedihan:”Saya berjanji bapa,saya akan pulang dengan sesuatu di tanggan”.
Mabi sudah di jawa, Mabi dengan teman-temanya mulai sibuk dengan pendaftaran di kampus. Mabi di terimah di kampus ternama di Jawa dan Mabi sudah semester dua. Mabi sudah terbiasa dengan kehidupan di jawa. selama Mabi di tempat studinya Mabi sangat aktif dalam ikatan mahasiswa di beberapa baguyuban. Mabi bertemu dengan Degepai dalam status berpacaran, di jawa Degepai aktif juga di Ikatan mahasiswa karena ketua. Mabi dan Degepai sudah dekat sekali, jalan, makan,duduk dan tidur pun sering terjadi bersama-sama.
Mabi sudah semester lima dan biaya kuliah selama itu, selalu datang dari tanggan orang tua dengan hasil jualan mama dari kebung dan hasil jual ternak babi dari bapa. Mabi dan Degepai semakin terlihat seperti suami istri,tinggal satu kos,seakan ibu rumah tangga dan bapa rumah tangga. suatu ketika, bapaknya telfon dari Papua saat Mabi lagi baring-baring bersama Degepai di kos, tanya bapak:”Mabi dimana,ada buat apa?”.balas Mabi dengan bahasa manjanya:” di kos bapa, lagi kerja tugas”.balas bapaknya:”o,ia.maaf bapa mengganggu,lanjut kerja sudah Mabi”.balas Mabi:”ia bapa,makasih selamat malam bapa, salam mama lagi”.balas:”Ia, selamat siang dan malam anakku”
Mabi lanjut baring-baring dengan Degepai setelah Mabi bicara dengan bapaknya tadi. sudah hampir satu tahun Mabi tidur bersama Degepai seakan suami dan istri. sudah satu tahun lebih tinggal bersama dan Mabi sudah hamil besar,tinggal tiga bulan lagi Mabi akan melahirkan. dengan kondisi Mabi yang begitu berat, Mabi sudah jarang ke kampus.Mabi lebih banyak tinggal di kos sebagaimana seorang ibu yang sedang menggandung. Degepai seperti biasa,aktif di kampus dan kegiatan lainya. dua bulan sebelum Mabi melahirkan,teman kampusnya menghubungi:”Mabi, tadi bagian kemahasiswaan pangil saya,ada surat keluar dari mereka,katanya Mabi di keluarkan dari kampus dengan alasan sudah tidak masuk selama lima bulan”.balas Mabi dengan kaget:” kamu yang benar teman”.balas temanya:”benar, besok saya antar suratnya”.Mabi:”oke”.
Besok paginya setelah temanya antar surat keluar dari kampus, membaca surat itu, Mabi masuk kamar langsung nagis bercucur air mata. Mabi tidak kuat dengan perjuangan Bapaknya selama ini, apalagi Mabi igat dengan sebuah perjanjian sebelum Mabi lepas dari Papua ke Jawa. Mabi tidak ada pilihan lain selain, menunggu anaknya lahir dan lanjut kuliah lagi ke kampus lain, tapi menggigat kedua orang tuanya yang biasa, tidak memiliki sumber uang selain berkebun dan ternak babi, Mabi sangat sedih dan sangat dilema.
Setelah Mabi melahirkan, Degepai pacarnya memaksa Mabi harus pulang karena beban hidup semakin berat. dengan sedih Mabi memilih pulang dengan anaknya ke Papua. sesampenya di Papua, Mabi dengan relah membawah anaknya di hadapan kedua orang tuanya. ketika bapaknya melihat Mabi menggendong anak lalu tiba di rumah, tiba-tiba bapaknya jatuh pingsan. benar-benar bapaknya tidak percaya semua itu dan merasah ditipu oleh Mabi. Mabi dengan Mamanya cepat-cepat membasuh bapaknya yang jatuh hingga sadar kembali.
Bapaknya begitu sadar dan berkata:”Mabi, saat itu pertama kamu pergi kuliah, bapa tidak minta cucuh yang kau bawah ini tapi bapa minta selembar kertas yang ada tulisan namamu di Ijasah”.Mabi jawab dengan penuh penyesalan dan air mata sambil memangkuh bapaknya yang terbaring lemah:”bapa, Mabi minta maaf, Mabi sudah salah”.balas bapaknya sambil berdiri dari posisi duduk:”saya kesal sama kamu Mabi, kamu tidak hargai kami berdua sebagai orang tua yang sudah kerja keras buat kamu”.Mabi hanya diam dan mamanya berkata pula:”Mabi, bapakmu sudah kerja keras,kamu harus membalasnya dengan permintaan bapamu itu,kamu telah salah anak”.balas Mabi sambil tunduk dan nanggis:”saya minta maaf,mama dengan bapa,saya salah”.balas mamanya sambil tersyenyum:”tidak papa Mabi”.
Bapaknya sudah pergi dari rumah beberapa menit kemudian tadi karena kesal terhadap anak Mabi. dua malam bapaknya tidak pulang, setelah mamanya cari tau, ternyata bapaknya pergi ke kampung ukauwo bersama keluarganya. dirumah tinggal Mabi dan mamanya, Mabi sudah putus hubungan dengan Degepai karena signal terganggu di kampung dimana Mabi dan keluarga hidup. sekitar satu tahun Mabi di kota, dengar Mabi, katanya Degepai sudah dengan wanita lain di Jawa.Mabi telfon-telfon Degepai, nomor sudah tidak aktif, Mabi hanya menerimah semua yang telah terjadi.
Anaknya Mabi semakin besar, sudah empat tahun,dan Bapaknya Mabi sudah balik ke rumah selama tiga bulan berpergian ke kampung sebelah. dan suatu saat bapak menawarkan Mabi kawin bersama pemuda baru yang baru selesai dari IPDN, saat melihat pemuda itu Mabi suka sekali dan pemuda itu pun suka tetapi pemuda itu menilai Maga dari sisih pendidikan dan pegalaman buruknya, akhirnya batal dan pemuda IPDN itu lebih memilih Maga yang baru selesai dari
STIPAN. Mabi menyesal dan sedih melihat itu. melihat mabi bersedih, bapaknya hanya berkata” Mabi, itulah yang kamu tanam saat waktumu disana, kamu lupa meraih hidupmu hari ini”.
Inspirasi Sumber kajih realitas
Pemilik
Abet
Lelaki Selera
Tinggalkan komentar