
Paniai – Setiap manusia dilahirkan secara keunikan masing-masing dimana sang pencipta memiliki rencana khusus bagi mereka. Melalui keunikan dan talenta yang kita miliki, kita dimampukan untuk memenangkan setiap permasalahan hidup. Jangan kita takut sebelum bertindak melakukan sesuatu hal yang benar.
Tiada hari tanpa perbedaan warna hidup yang kita rasa, alami, melihat dan melakukan maka kitalah memulai menyatakan sesuatu yang benar kepada orang yang mencoreng warna hidup yang baik. Jangan biarkan perusak menguasai seluruh dimensi kehidupan.
Kini dan disini memulai kebangkitan yang bersumber dari diri untuk menyengtang ketidak adilan yang ada disekitar kita.
Berceritalah pada diri apa yang terjadi di depan mata karena engkau dihadirkan menjadi alat penyelamat,
Orang mee pada esensi adalah produksi secara progresif, Bagaimana jika produksinya TUTUP….?
Sikap pemimpin bukan sebuah harapan yang ditungguh melainkan Tindakan perbuatan nyata.
Kadang segelintir pikiran orang Papua sedang dikendalikan oleh harimau.(Jakarta)
Visi Jakarta sedang otomatis di Papua adalah, Kau menghancurkan kecantikan yang ku miliki,
Kau laki laki perampok hati
Kau harimau pemangsa makhluk hidup yang sementara ini kedudukan di Papua.
Banyak orang elit Papua bulusukan yang dilakukan oleh pemimpin hanya menutupi karakter jahatnya yang terselubung.
Adakah sikap jentelmen pemimpin oap membelah peradaban seperti, Pak Natalis Pigai?
Kami menyatakan,
Kehendak ingin mau hidup bebas tanpa diatur oleh tamu maka pemilik rumah perlu ada sikap.
Semua orang Papua lebih khusus elit mepago mengejar menjadi pintar tapi tidak bijaksana melihat situasi untuk menjawab kebutuhan berwilayah dan suku bangsa ini (celaka). Sekian puluhan tahun pembumkam sudah terjadi, Kami tahu engkau sedang cari jalan untuk menutupi jalan yang kami tempuh, kami mengenal engkau siapa sebenarnya tapi kini sedang engkau membalikkan rupa mu dengan topeng yang kamu rakit.
Tetapi sayangnya kami sudah tau dirimu tak ada gunanya kehadiran mu dalam hidup kami.
Jakarta masih ada BERDANSA,
Biarlah aku terus terlunta dijalan-jalan asing berdebu dan bebatuan, sendiri merambah arah hidupku menghadapi pahit nyeri luka-luka sebab langkah yang telah ditempuh tak bisa ditawar dengan keluh”
Kau menghantam sekaligus membidikku dengan kata dan tindakan perbuatan mu namun aku tetap eksis pada pendirianku. Makhota yang kurangkaikan untukmu tidak seabadi, ketika saatnya tiba akan mengakhiri meletakkan mahkota itu ditas tanah.
Gerakan dansamu disaksikan 1000 makhluk, biarlah itu menjadi pokok diskusi bagi para pemirsa. panggung yang disiapkan pun akan runtuh ketika angin puting beliung bertiup.
Kita sedang hidup dalam pagi dari suatu zaman dan dalam kabut dari waktu sebelum fajar, dimana manusia berjalan kebingungan dan melihat pandangan-pandangan asing. tetapi kabut itu akan cair dibawah sinar sang Surya yang telah menciptakannya. dan dunia akan tampak jadi lebih kokoh dan indah kembali.
Bersyukur ada anak asli Papua mepago tertentu yang berhati baik untuk menjadi “MARTIR” bagi rakyat tertindas.” Mereka siap Berikan yang terbaik kepada sesama manusia karena potret yang akan hidup abadi diantara sesama manusia adalah buah karyanya. (Selamat menanti fajar bersinar)
Pada intinya ketika mau menjadi Lider penguasa semua orang Papua terkusus elit mepago wajib’menggunakan kacamata, Agar melihat dunia realita yang sesungguhnya.
Jangan menganggap dunia milik saya, ketika pemilik dunia memberi kesempatan….
1. pemimpin
2. kemampuan
3. kesehatan dan kekuatan
4. kekayaan
Karena semua hal ada waktunya untuk mengakhiri dan akan bertanggung jawab kehadapan pemilik dunia. (Dunia milik bersama)
| Berlayar bersama sang Nakoda |
•| Penulis Adalah Abet Mote tinggal di kampung dagouto |•
Tinggalkan komentar