“PESONA ALAM PANIAI LAPIS WEGEUTO”

Ket: Foto Tgl 07/09/2022 Bobaigo saat sejenak sebelum mata hari terbenam.

PANIAI alam yang dingin, DAGOUTO Dingin dalam selimut Yang Menentang ko lewat saja yaweibeu.

Pagi telah tibah nogei ajak saya di bukit bobaigo pakai perau biasa (mekoma)

Jam 11:00 siang  tibah di bukit bobaigo,”
Terlihatnya alam Paniai ini belum aman pandangan yang sala mengukir justru indah ini hanya mata’hari siang, seakan-akan tuhan telah ada disini terlihat alam paniai masih genggaman dalam cangraman tuhan bersyukur atas segala kehindaan yang tuhan berikan ini,

Indahnya alam, Indahnya bukit, indahnya rawah, indahnya kampung alaman.

Bertaburan cahya disiang hari dagouto kipas
  (wegeuto)

Indahnya taman ditepi pantai wegepugaida

Terlihatnya nelayan mama kita selalu mencari nafkah demi untuk anaknya sendiri disinilah pantai nelayang dari waktu ke waktu bulan, serta tahun ke tahun. Disinilah menjamin kita dari ibunya agar ibu kita selalu mencari nafkah.

sesungguhnya kami selalu bangga ketika terlihatnya terindah sekali juga hidup kita tak perna susa payah namun, nelayan ibu kita selalu disini terus dan, menerus sepanjang hidup kita selalu nikmat hinggah detik ini.

Itulah alamku paniai, Itulah kota-ku paniai kipas dagouto diwaktu siang melihatnya indah sekali.

Angkasa indah, Dilembah sunyi. Dalam nirwana – semuanya indah

Waktu selalu berputar, Pagi berganti sore datangnya malam dagouto
Pertama sungguh? menyenangkan, makan seperti biasa dan minum kopi wakou seperti biasa, aromah segar kopi lokal selalu menginspirasi disingga nan sore, ketika itu, tapi setelah satu dua hari mulai berlalu dalam kurung waktu yang lama, ada persepsi yang agak berbeda muncul. kenyamanan hasrat jiwa mulai tidak nyaman, makan enak pun tidak seperti biasanya dan kenikmatan aruma kopi sungguh hilang terbawa hasrat yang semakin rapuh.

Gemurung dingin yang sungguh sangat menakutkan, ketakutan pada dingin bukan hal yang baru karena saya lahir dan besar dialam yang dingin, diantara kedinginan ini saya jadi igat kepada almarhum (PAPA) saya, ketika itu. PAPA MOTE adalah dagang perintis(1997-98-99), saat itu saya masih kecil, banyak hal tentang hidup saya dapat. luar biasa, BAPAK MOTE telah menjadi guru hidup” PAPA I Lov U”. atmosfer dingin pada kurang waktu (2000-2018) menjadi tantangan kembali.

Anggapan yang salah pada jejak yang berlalu, kondisi tidak steril dan tidak intens membawah hari-hari agak berbeda dari yang biasanya, kondisi ini saya sebut” Dingin Yang Menyakitkan”. fenomena alam yang kaya namun sulit menemukan output dari pada kesimpulan sebagai akhir dari tradisi hidup yang sebenar-benarnya” sungguh manusia dan alam yang fenomenal”. tapi tidak, inilah proses yang harus ditempuh di garis depan, semoga khayalan ini membuktikan dititik sana, pada tingkatan yang luar biasa.

“Saya cinta disini, walaupun ada yang tidak setujuh.

Pemilik
Abet
Lelaki_Selera

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai