“DOA IBUKU BEASISWA BAGIKU”

Usai Foto Wisudawan Alias Bartol Yatipai S, PI

Saya Mengumpukan Ribuan karuniawan untuk berdoa namun didoa ibuku selalu namaku disebut, itu yang disebut Doa Ibuku Beasiswa Bagiku.

Seringkali saya tidak menghargai berbagai kata-kata perintah maupun motivasi dari ibu saya. Bahkan pula semuanya itu saya tidak mendengarkan. Enta kenapa persoalan saya terhadap ibuku yang mengandungku. Kadang-kadang semuanya yang di bilang oleh ibuku menjadi masalah dalam diriku sehingga muncul sebuah kesenjangan dan aksi fisik saya terhadap ibuku. Seiring dengan ketidaksukaan saya terhadap ibuku telah diketahui banyak orang disekitarnya. Pada saat itu, saat yang tidak direncanakan saya di hadapkan beberapa petua di Kampungku. Saya tidak ketahui mereka bisa datang bertemu dengan saya. Sehabis itu kami duduk dan membahas persoalan aksi fisik saya terhadap ibuku. Saat itu, diminta saya untuk menuliskan perbuatan buruk ibuku terhadap saya. Tidak memakan waktu lama saya menuliskan keburukan ibuku terhadap saya. Kemudian saya disuruh juga menuliskan kebaikan ibuku terhadap saya. Ketika itu saya terbayang, kebaikan ibuku lebih menonjol dari keburukan ibuku. Merenungkan itu, air mataku menderas di pipi kanan dan kiri saya bahkan bajuku basa akibat air mata. Wah saat itu lalu saya mendapatkan pengetahuan baru betapa pentingnya ibuku di kehidupanku. Betapa besar cinta kasih ibuku kepada saya pasti tak terhingga. (Inpirsi Bersama Ibu) Saya dihadirkan di sebuah kampung yang terjangkau dari berbagai akses di Pengunungan Tengah Papua ugidimi. Salah satunya akses transporasi darat. Ketika itu, orang tuaku bertugas sebagai rakyat dan mengabdi menjadi guru hidup anaknya. Dan kampung aslinya di ugidimi paniai. Wah ketika liburan kami harus jalan kaki dari ugidimi, Ketika itu, dengan tidak lelah selalu gendong saya oleh ibuku dalam perjalanan pulang pergi dari enaro ke madi dan tiba di ugidimi. Itulah kasih sayang ibuku untuk anaknya yang tidak pernah tahu oleh sebagian orang dibelahan dunia ini. Inilah kisah nyata yang aku pernah rasakan dalam hidupku bersama ibuku. (Terimakasih pemilik dara ayahku yang mana kebaikan demi anaknya ) Seiring dengan perkembangan saat hadirnya saya membuatku terinspirasi dan menjadi pelajaran dalam hidup ini, sebab saya belajar akan hidup ini awalanya seperti kertas putih yang diisi dengan kejadian yang didengar, dilihat, dan dirasakan. Dengan dihadirkan saya sebagai seorang manusia di Dunia ini tetapi, kadang dalam hidup saya selalu mengesampingkan ibuku, apalagi ketika saya juga merupakan seorang wanita yang datang menjadikan kita sebagai keluarga, tak tahu kehidupan ibuku yang mengandungku itu. Namun sikap saya seperti demikian, doa ibuku selalu bersamaku. Dalam kehidupan sehari-hari kita pastinya melewati berbagai kisah bersama ibuku, dan berikut ini adalah kisah kurang baik yang pernah alami oleh saya bersama ibuku. Tak Menuruti Perintah Ibu Berbakti kepada seorang ibu merupakan kegiatan kewajiban bagi seorang anak dalam hal ini meringankan pekerjaan ibu yang mengandung kita selama 9 bulan itu. Berbakti itupun ada efek yang besar didalamnya, tentunya dalam kehidupan seorang anak dalam hidupnya. Ketika itu, ibuku mempunyai banyak ayam piarahan disekitar rumahnya. Maka setiap sore dan paginya ibuku selalu memberi makanan kepada ayam tersebut itu. Tetapi dalam perjalanannya ibuku jatuh sakit tiba-tiba. Hari itupun tak ada yang ibu tugaskan untuk memberi makan. Maka, ingin bagaimanapun ibu memberi tugas kepada saya untuk memberi makan, tetapi saya tidak patut tugas itu. Maka, kemudian katanya ibuku kepada saya dari pada Kamu tidak Bantu saya kerja maka kamu harus tinggal berjauhan dengan saya artinya Kamu harus tinggal di asrama. Sehabis sakit, ibuku mendaftarkan saya di sebuah sekolah campus uswim dan asrama yang berjauhan kira-kira 2 kabupaten dengan ibuku. Setelah ibuku daftarkan saya di campus dan asrama paniai nabire itu, ibu menyampaikan bahwa “patut dan ikutilah aturan di sekolah/campus dan asrama”. Kemudian seminggu tinggl di asrama tak makan minum demi mengingat-ingat orang tuanku dikampung Enagotadi pogei. Setelah lama di asrama, sudah terbiasa tidak tinggal lagi bersama dengan orang tuaku. Sangat jelas bahwa meskipun saya tidak membantu ibuku, dia berjuang untuk masuk asrama dan sekolah/campus untuk berpendidikan demi hidupku depan, itulah betapa doa ibuku sangat tinggi dalam hidupku. Mengabaikan Keperluan Ibu Ketika dalam kesibukan apapun entah mengapa keperluan ibu merupakan tidak harus diabaikan sebab dialah yang paling penting dalam keluarganya. Ketika saya berada di kelas TK, SD, SMP, SMA dan PERGURUANG TINGGI. Liburan awal tahun saya kembali pulang ke Kedua orang tuaku di Kampung kecil sebela gunung UGIDIMI yang menjulang tinggi. Sesudah 5 tahun bekap di campus uswim nabire. Dengan itu, tiba saatnya tanggal 19 November 2021 Nabire Selamat Tambakan Nama baru menjadi (Bartol Yatipai S, pi) dini sudah tamat gelar adalah terhormat bagi siapa saja ok....Lanjut;

Sedikit lagi masuk bulan desember dimana orang kristen di Papua selalu merayakan Natal bersama keluarganya. Lanjut Cerita tadi; Enta mengapa seperti demikian? Karena saya tidak bantu ibuku, sesampai dirumah ibuku tak bertanya? Hanya ia melihat dan berkata “akan demikian bila anda tak membantu orang tua”. Saat itulah saya sadar bawa ibu itu sangat baik. Kemudian hari, saya selalu menuruti perintah seorang ibuku. Meskipun kesibukan saya seperti bagaimanapun. Sehingga ketika saya membantu ibuku itulah doa ibuku kepada saya yang pasti akan terkabul. Maka saya menyadari namun setelah memahaminya kelakuan saya itu, dan mengerti arti pentingnya mengutamakan kepentingan orang tua terutama Ibuku. Doa ibuku Beasiswa Bagiku

Saya menyadari bahwa kelakuan diatas ini merupakan kesalahan besar dan ketidak patutan atau ketidak baktian saya kepada ibuku yang mengandungku. Dalam kehidupan itulah kelemahan dan kekurangan yang dimiliki oleh seorang laki-laki dan perempuan pasti mempunyai dan itupun dilalui dengan berbagai percobaan. Seorang akan melalui ketidaktahuan itu dengan mencoba. Sebab itu, sangat peting bagi kita untuk selalu mencoba berbagai persoalan dan pokok sosial yang ada, agar yang salah di perbaiki dan kemudian dijadikan sebagai pembelajaran dan perubahan mental. Kelakuan buruk saya terhadap ibuku diatas itulah berawal dari percobaan. Ketika saya mempertanyakan kepada ibuku tentang sikap buruk saya, yang saya paparkan diatas ini. Maka saat itu ibu memberikan beberapa pernyataan saja bahwa “ketika keadaan seperti itu maka anak tidak perlu memberlakukan dia sebagai orang tak dewasa karena itulah proses belajar”. Hal ini yang mengkagetkan saya, ketika waktu masa kecil ibuku tidak pernah marah sama saya meskipun selalu membuat kesalahan. Itulah rahasia ibuku. Kasih ibu selalu ada dalam setiap langkah hidup kita namun kita rasakan. Ketika itu saya sadari perilaku yang buruk terhadap ibu, pasti adanya perubahan dalam kehidupan. Seperti seorang yang selalu balapan di jalan raya, seakan harinya jalan raya milik dia sendiri. Saat dia laju di jalan raya yang beraspal itu tiba-tiba menabrak trotoar jalan. Hanya saja dia tidak kena luka dan meninggal. Hal ini dia akan sadar bahwa Balapan motor demikian membahayakan orang ataupun menghilangkan nyawa ketika dia sendiri rasakan enaknya jatuh dengan motor. Seperti itulah pengalaman saya sewaktu kecil bersama ibuku. Ketika saat ini saya berpikir bahwa ibuku sangat motivator dalam hidupku. Ibuku selalu memahami perkembanganku, kelakuanku yang kurang baik. Dengan itulah refesensi untuk menyampaikan kepada saya. Maka dengan kata-kata ibuku membuat hidupku berubah. Saya sering berdoa kepada yang berkuasa demi menuntut kehidupan yang lebih baik, khususnya dalam menuntut ilmu di Tanah rantau. Selama berpendidikan di tanah rantauan tidak banyak kata yang disampakan kepada saya oleh ibuku. Dan saya selalu menaati berbagai tugas yang diberikan kepada saya dan perintahnya. Maka, dengan kelakuan saya yang lebih baik dan berubah pada dasarnya yang dahulu, maka hati seorang ibuku selalu merindukan diriku dalam doa dan mimpinya. Dengan kelakuan baikku membuat ibu kagum dengan saya, yang pada awalnya kelakuan kurang baik pada ibuku itu. Hal perubahan inilah membuat ibuku terbayang dalam setiap doa yang Ia doakan. Pasti dalam doa Ibuku banyak yang Ia sebut namun Setiap doa Ibuku Namaku disebut. Apalagi ibu selalu berdoa demi pendidikan saya selama di Tanah rantauan. Maka itu saya Sebut Doa Ibuku adalah Beasiswa Bagiku. (Terimakasih kedua orangtua bisa atur langka-langka sebagai berikut)

Turut bangga punya anakku Yatipai Ugidimi alias dapat nama baru (Bartol Yatipai S, Pi.)

inilah adalah perjuangan akhir selagi masih ada nafas lanjutkan cita’cita sebagai berikut. hari selalu berganti hari, minggu selalu berganti minggu,
bulan selalu berganti bulan, tahun selalu berganti tahun. Itulah. tuhan sudah tatakan dibawah kolong langt (pastih tuhan punya maksud) kehidupan dunia ini,” Kini sudah saatnya cerita kabar baik Bartol sudah pemenang megapa demikian; dalam perjuangan selama 5 tahun di kota tua nabire baik itu didalam Bertol Yatipai merasakan pahit manis banyak hal yang Yatipai mengalami tetapi itu makanan bagi seorang pemenan, argument itu menurut Yatipai, sesuatu yang ingin mau dapat dirinya perlu siap, terkendali dan melawan yang tidak menguntungkan itu maka itu, sendirinya akan muncul anda adalah paklawan sejatih. Yang perna melawan kebiasan itu menjadi pemenan sejatih.

Soal merasakan sakit, lapar, yang kemudian, banyak tantangan yang selama anda alami itu bukan menjadi jaminan bagi generasi penerus masa depan. Kamu yang sudah perna mengalami hadapi pahit, manis itu bukan sesuatu yang dirinya menyatakan berkecil hati melainkan menambah wawasan, bertumbuh roh hidup dan iman itu sendiri

Saya masi ingat sering Bartol hari-hari ingin mau diskusih ia suka bertanya” apa maksud butu wawasan, apa yang ia temukan dalam proses perkuliaanya, hebat saya punya bapade Bartol, keyakinanya cukup tinggi memiliki kualitas. kutipan nada itu silakan tanya,” mestih ia jawab. Bartol juga orang hebat jiwah kritis cukup di sebut intlek muda kedudukan di nabire asal paniai UGIDIMI, style yang begitu unik, suka senyum dan tidak tahu memarai orang” walau ada orang yang membencinya.

Itulah sebabnya;
(Demi Tuhan) Badan sudah segar. Tentu hari istimewah telah tiba (Wisudawan/i) Putih hitam mera lengkap dengan dasi. Topi sudah di kepala. Beberapa buku dipegang di tangannya.
Lonceng bergandengan tangan tepat jam 01.15 WIT.
Waktu proses belajar Campus uswim nabire telah pinis usai berikut mustih ada jenjang.

Selamat lanjut tugas lain luar dari kampus,” yang mana prosesi dunia kerja nyata, tuhan baik, tuhan lah penolong dalam hidupmu, demikian tuhan sendiri sudah siapkan tugas dan tanggung jawab hingga liankubur. Kerinduan ini masih tersimpan

“Bapade wae kamu adalah aset masa depanku”
Sering punya buah hati pade mu amoye ini biarkan seperti halnya Orang lain.
Mungkin punya pade ini Kelihatan diam di lihat saja disuatu sudut pandang perkotaan ini, ku terlihatmu cuek di lihat, kelihatanya, tidak memperhatikan sebaik mungkin tapi, biarlah saya ini, ingat harta yang paling Berharga adalah (NAKA ITU BER’HARGA) sungguh ya padeku buah hati,” sekali pun saya tidak bisa berikan kepadamu, mengapa tapi, biarlah cuma kata Rinduku” kepadamu Hari ini pade wae.

Walau situasi apapun” Tuhan akan Bimbing, menyertai buah hatiku padeku di sana.

Agar maaf padeku kata itu sajalah yang saya krimkan melalui SURAT angin UGIDIMI. Kado pade amoye dalam Doa, hanyalah padeku bartol yang Selalu di hatiku.

“Suksses berawal dari perjuangan” "Bukan sukses namun selamat menerima Gelarnya" Kesuksesan masih belum, jika nafas masih ada maka masih ada kesempatan untuk memperjuangkan impiannya..!..📖 Secara Pribadi saya Abet Mote rasa bangga mengenangkan Toga Kepada alias Bartol Awega Yatipai

Referensi:

Paniai 2015. Ketika Ibu Melupakanku. Dirantau kota tua nabire:

Nabire 2021. Di Doa Ibuku Namaku Di sebut. Nabire Pustaka pemilik lelaki selera Abet mote.

Penulis Karya : Abet Mote

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai