
Oleh: Abet_Lelaki_Selera
Opini – Setelah tibah di suatu kota Eropa artinya, (Paniai Enarotali) menurut sudara dong Paniai yang di maksud dengan nama itu, tanjung widogai, (Wegepugaida) sepertinya, ketika artikan dengan, bahasa Indonesia.
(Pulau irian )
Hari Senin sore pas saya dan adik berdua saya namanya, monapia Gobai dan Herman kayame Katong tiga jalan lurr di Wegepugaida setelah beberapa menit sambil jalan saya mengajak sebuah cerita manajemen waktu lalu diartikan waktu itu berharga bagi setiap manusia di buka bumi ini”
NOGEI; Mari kita mencermati salah satu bentuk penghargaan terhadap hidup kita adalah dengan menghargai ruang dan WAKTU.
Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri.
Kita yakin dan, NOGEI kita disini.
Satu tujuan, Satu impian, itu lah yang membuat kita di sini berdiri melintasi berbagai masalah dan rintangan. (One Piece)
saya garis bawahi, lingkaran waktu tak berujung namun, dimana tempatnya rumah untuk, (waktu ini) tentu waktu adalah tidak punya rumah, ia selalu otomatis siang malam tidak perna henti yang menyatakan waktu bagaikan angin tiup YAWEIBOU kelihatan hanya, pohon daun yang besertainya goyang, daun pohon telah jatu ketika angin tiup namun, waktu merupakan gratis untuk manusia dibumi entah siang dan malam adalah tanpa henti itulah hidup dibawa kolong langit sekalipun banyak godahan waktu selalu otomat kecuali hartah dan generasi tetap berganti, usih selalu makin tumbuh makin tua.
Betapa hebatnya waktu mengatur kita. Tentu seolah semua persoalan telah terpecahkan untuk hari ini Sebab, adanya waktu 24 jam.
Sunggu betapa hebatnya waktu menghibur kita. Betapa bergairahnya waktu membangunkan kita belajar, berjuang dan, bebaskan.
Saat kita mengatur waktu, sesungguhnya kita pun mengatur pikiran, butukan sbuah aktivitas, dan mengenangkan perasaan kita.
Karena waktu adalah lingkaran dimana kehidupan kita berjalan, kita atur waktu untuk mengatur kehidupan kini terus masa depan kita.
Kita rayakan sesuatu atau kita mengupayah sesuatu adalah, oleh karena adanya waktu ini. Namun semua itu kita rangkai dalam jalinan waktu.
Maka dari itu, hanya mereka yang tak kenal akan waktulah yang terjerat dalam persoalan tiada berujung.
Begitupun, Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat.”
Waktu, menjadi sangat penting ketika nafas masih terhirup. Entah serupa apa waktu, namun bagi orang awam seperti saya, waktu akan berwujud manakala Hati dan fikiran bersimpuh dalam ketaatan juga ketakutan, memasrahkan seluruh harapan, menghiba pengampunan.
Hingga waktu itu benar-benar berwujud dalam titik religi.
Kemudian waktu sangat berarti selanjutnya ketika saya sebagai orang awam dan mahluk yang hidup, merasakan lapar pastilah waktunya membentuk energi, inipun di dapat saat waktu kita gunakan dengan bijak untuk ikhtiar mengupayakan sesuatu yang bisa menghapus lapar dan pastinya di barter dengan hasil dari memberdayakan waktu bekerja, kerja apapun bentuknya.
Apalah artinya waktu ketika saat ini apapun bisa di kerjakan lewat internet, hingga kita bisa menjelajah ruang dan waktu lewat dunia maya.
Perayaan tahun barupun bisa kita nikmati di setiap bagian benua yang berbeda waktu, tanpa harus terbang kesana, cukup tekan tuts-tuts keypad gadget.
Catatan teruslah melangkah”
Ayo kayanya kakimu masih bisa melangkah untuk terus melangkah lebih jauh, lagian finishingnya kan masih jauh kesana. Jangan mudah menyerah sebelum sampai ke finis, mari berjuang sampai benar-benar merasakan kebahagian kesuksesannya.
Terkadang terpengaruh dengan rasa cepat puas yang sedang mengantongi dalam diri, padahal anak muda harus melawan situasi, yang menarik pusat perhatian. untuk menggagalkan tujuan perjuangan sebenarnya.
Mereka yang Pemegang juara yang sedang menikmati keberhasilannya saat ini, itu karena mereka tidak mengenal namanaya menyerah saat memperjuangkan keberhasil yang ingin mereka mendapati.
Perjalanan anak mudah masih belum sampai ujung jalan, bekalilah terlebih duhulu dengan sesuatu yang akan bisa merubah dunia.
Ceria dan cerita kita di suatu kota Eropa Paniai (semoga bermanfahat )
Terimakasih atas fotonya wan Nusten debei dalam. Widuwakia Pigai Papuahome.com
Tinggalkan komentar