CERITA SINGKAT PERJALANAN PENGABDIAN AYAH SAYA BPK. DOMINIKUS MOTE SEBAGAI GURU DI KABUPATEN JAYAWIJAYA DARI TAHUN 1970- 2013 SAMPAI PENSIUN.

Foto ilustrasi keluarga Dominikus Mote

(Perjalan kisah sekian tahun silam 43 tahun Mengabdi di Jayawijaya dan kembali pulang ke Kampung Halaman untuk di kuburkan)

Pada bulan mei 1970 berangkat dari Biak ke Wamena setelah menamatkan pendidikan Sekolah Guru Bawah (SGB) Biak. Salah satu sekolah Belanda utk persiapan guru-guru Yayasan Katolik di Papua dan besok paginya jalan kaki ke Hepuba ikut jalan setapak muara kali Uweima dan kali Baliem utk Mengabdi di SD YPPK St.Michael HEPUBA Kecamatan Wamena Kabupaten Jayawijaya sebagai guru bantu selama 1 tahun dan pada tahun 1971 diangkat sebagai CPNS Kab.Jayawijaya kemudian mengabdi disana selama thn 1970-1976. Pada tahun 1976 pindah Welesi setelah menikah dengan mama saya Yohana Tekege, selanjutnya utk merintis dan membuka SD YPPK St.Stevanus Sinatma Welesi tepatnya di kampung Pawikama skrang. Atas partisipasi WARGA masyarakat sekolah darurat dibangun dengan papan gergaji tangan beratapkan alang2. Sekolah wkt itu masih gunakan gedung kapela lama bersama bapak Dogomo mengajar disitu, waktu itu kapela/gereja di jadikan sekolah senin sampe hari sabtu dan pada hari minggu di jadikan tempat ibadah. Tahun 1977 saat gejolak sosial di Jayawijaya orangtua saya ttp kerja bangun sekolah tdk ke wamena sampai harus di jemput oleh kepala suku Mee Marius Mote bersama dengan pemuda lainnya utk segerah ke wamena krn akan dilakukan operasi militer, pada saat bulan December 1977 lahirlah Natalia Mote Tuhan menganugrahi anak perempuan, kemudian tahun 1979 Tuhan anugerahi Maria Nelly Mote tetapi pada tahun itu jg mama Yohana Tekege terganggu pikirannya sehingga meninggalkan anaknya yg masih bayi 3 bulan dan di asuh oleh mama Paulina Pekei Madai krn anak Kostan Madai juga umur sama sedang minum susu. Mama ini merawat kedua anak ini hampir setahun kemudian mama datang mencari anaknya dan ambil kembali di tangan mama Paulina Pekei Madai. Pada tahun 1981 setelah banjir besar kali wasih sampe ke wamena ikut aliran kali uweima lahirlah anak laki-laki Raimondus Mote. Rumah km tepatnya di komplek hotel Srikandi skarang dari tahun 1970 di Jalan Irian Mulele Wamena, lokasi kmi saat itu di jual kpd orang Makasar pada tahun 1983 kemudian Bapak saya pindah ke SD YPPK ST.Fransiskus Wagete Kab.Paniai mengajar disana selama 2 tahun dan Pada tahun akhir 1985 setelah itu pindah ke Wamena dan lahirlah anak Yance Mote, bapak saya setelah pindah ke Wamena selanjutnya mengajar di SD YPPK Mulima Kecamatan Kurulu selama setahun, tahun berikutnya 1986 orang tua saya pindah kembali mengajar di SD YPPK ST.STEVANUS SINATMA Welesi dan buat rumah di Komplek Tolikara- Misi. Pada tahun 1987 lahirlah anak perempuan Kristina Mote di komplek Tolikara Misi dan tahun 1989 lahirlah anak perempuan lagi yg bernama Anastasia Mote sehingga jumlah anak2 dalam kluarga kami banyak 6 orang anak terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 2 orang anak laki-laki. Pada tahun 1990 bapak saya pindah ke Welesi dan mentap disana kemudian mama pindah ke Wagete dan mentap disana keputusan itu diambil oleh bapak saya krn kesehatan mama saya yg sedang sakit sehingga mengganggu aktivitas bapak sebagai seorang guru SD. Selama tahun 1990 sampai tahun 1999 km semua beradik kaka hidup bersama dengan seorang bapak. Tahun 1999 om saya Melianus Tekege mengantarkan mama dari Wagete Paniai ke Wamena pada saat itu saya kelas 1 SMU dan mama saya kembali hidup bersama dengan kami di wamena. Tahun 2005 bapak saya pindah ke SD YPPK st.Yakobus honelama distrik Wamena selama 3 tahun mengajar disana kemudian pindah lagi mengajar di SD YPPK st. Stevanus Wouma distrik Wouma mengajar selama 3 tahun lagi. Tahun 2011 orang tua saya kembali mengajar di SD YPPK ST.STEVANUS Sinatma distrik Welesi hingga pensiun pada tahun 2013 dengan pangkat/golongan Penata TK.I.III/b. Banyak tawaran datang kepada orang tua saya akan dinaikan pangkat, akan dinaikan sebagai kepala sekolah, akan dijadikan penilik sekolah, akan dijadikan sebagai kepala distrik sebagai jabatan penghargaan dari masyarakat tetapi semua tawaran dari masyarakt dan dari Pemerintah daerah melalui dinas pendidikan orangtua saya menolak dan orang tua saya sampaikan semua itu biarlah anak2 dan cucu saya yg akan menikmatinya. Dlm keseharian sebagai seorang guru orang tua saya juga berprofesi sebagai seorang tani yg punya lokasi kebun baik di Hepuba, Megapura, Wouma dan Welesi. Pada tahun 2012 orangtua saya sempat di rawat krn sakit prostat selama 3 kali operasi di RSUD Wamena selama 3 bulan di wamena waktu itu belum ada Kartu Papua sehat jd Mahal biaya saatnya kami kluarga mengirim bapak ke RSMM Karitas Timika Dan disana dilawat selama 2 minggu dengan operasi ulang jahitannya kemudian tahun 2017 akhir operasi ulang lagi di rs.Bhayangkara dan tahun 2018 operasi ulang lagi yg ke 6 kali (operasi protat awalnya Salah operasi jd diperbaiki di tempat yg sama) hal ini dilakukan, Setelah itu orang tua saya pindah ke Jayapura dan menetap di Jayapura bersama anaknya Yance Mote kemudian menikahkan anaknya Yance tahun 2018 dan pada bulan maret tahun 2019 orangtua saya menghembukan napas terakhirnya di RS.PROVITA Jayapura dengan sakit radang paru. Jenasahnya kami bawah ke Wagete Kabupaten Deiyai melalui nabire dan Kuburkan di Wagete. Hal yg unik terjadi saat kedukaan ialah selama kurang lebih 60 an tahun keluar dari kampung halaman tdk pernah pulang melihat kampung halaman dan kluarga besar sehingga pada saat kedukaan ratusan orang yg hadir dan ada seorang bapak Max Marian dari Wamena yg ikut saksikan pemakaman duka hingga selesai. Selama duka banyak anak2 lahir besar di Wamena datang dengan hiburan nyanyian pujian2 luar biasa semuanya Tuhan Berkati. Baik duka di Waena Dan di Wagete. Satu kata yg orangtua tinggalkan kpd kita anak2nya yaitu””JASA ORANG TUA HARUS DIBAYAR DENGAN TINGKAHLAKU YANG BAIK”. Selesai kedukaan di Wagete mama terkasih Yohana Tekege menetap disana. Dari 6 bersaudara kini yg ada hanya 3 orang Ibu Maria Mote, Bapk. Raimondus Mote Dan Bapak Yance Mote. 3 saudara kami kini telah meninggal ( alm.Natalia Mote tahn 2016, Alm.Kristina Mote 2012 alm.Anastasia Mote 2009).

Sekedar mengenang kembali awal Pengabdian sebagai orangtua sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa pada Mei 1970-2013 Pensiun di Wamena Kabupaten Jayawijaya.👍🤝😭

Sejarah hidupnya telah mengukir prestasi yang cemerlang hebat dalam perjuangan dan perjalanan itu

Kajian sebatas identitas keluarga pribadih

Bersama saya : Abet Laki Selera

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai